PERENCANAAN PENILAIAN DAN PERATURAN AKADEMIK SMP YADIKA 5 JAKARTA

 

Lampiran Keputusan Kepala SMP  Yadika 5 Jakarta

Nomor :318/K/P-YAK 5/2014

 

PERATURAN AKADEMIK

SMP YADIKA  5  JAKARTA

 

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

 

1.             Peraturan akademik merupakan peraturan yang mengatur persyaratan kehadiran, ketentuan ulangan, remedial, kenaikan kelas, kelulusan, dan hak-hak peserta didik SMP Yadika 5  Jakarta.

2.             Peraturan akademik merupakan peraturan yang mengatur hak peserta didik SMP Yadika 5 Jalarta menggunakan fasilitas sekolah untuk kegiatan belajar.

3.             Peraturan akademik merupakan peraturan yang mengatur layanan konsulatasi kepada guru mata pelajaran, wali kelas, bimbingan konseling (BK).

4.             Peserta didik SMP Yadika 5 Jalarta adalah anggota masyrakat yang sedang mengikuti proses pendidikan di SMP Yadika 5 Jalarta

5.             Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu kompetensi dasar atau lebih.

6.             Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan pendidikan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 kegiatan pembelajaran.

7.             Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester.

8.             Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap.

 

BAB II

KETENTUAN KEHADIRAN

Pasal 2

1.             Kehadiran peserta didik dalam mengikuti setiap pelajaran dan tugas dari guru minimal 95% dari total jumlah tatap muka dan tugas dari guru.

2.             Setiap peserta didik harus hadir pada seluruh kegiatan pelajaran di kelas atau di luar kelas maupun terori atau praktik.

3.             Ketidak hadiran karena sakit (surat orang tua atau surat dokter) tidak diperhitungkan dalam penentuan ketentuan point satu

 

 

 

 

 

BAB III

KETENTUAN PENILAIAN

Pasal 3

 

Ulangan Harian

 

1.             Ulangan harian disusun oleh guru mata pelajaran pada saat penyusunan silabus yang penjabarannya merupakan bagian dari rencana pelaksanaan pembelajaran.

2.             Ulangan harian dilaksanakan oleh guru mata pelajaran setelah menyelesaikan satu KD atau lebih.

3.             Ulangan harian berupa test berbentuk soialk uaraian dan atau test lisan atau menyesuaikan kompetensi yang akan diukur.

4.             Hasil ulangan harian di informasikan kepada peserta didik sebelum diadakan ulangan harian berikutnya.

5.             Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti kegiatan remedial.

6.             Kegiatan remedial dilakukan paling banyak dua kali.

 

Pasal 4

Ulangan Tengah Semester

1.             Ulangan tengah semester disusun oleh guru mata pelajaran pada saat penyusunan silabus yang penjabarannya merupakan bagian dari rencana pelaksanaan pembelajaran.

2.             Ulangan tengah semester dilaksanakan oleh sekolah secara bersama-sama untuk seluruh mata pelajaran setelah 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran.

3.             Cakupan Ulangan tengah semester meliputi seluruh indikator Yang merepresentasikan seluruh kompetensi dasar (KD) pada periode tersebut.

4.             Ulangan tengah semester berupa test tertulis berbentuk soal uraian.

5.             Hasil Ulangan tengah semester diinformasikan keppada peserta didik selambat- lambatnya satu minggu setelah pelaksanaan.

6.             Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti kegiatan remedial.

7.             Peserta didik harus dan hanya mengikuti remedial pada indicator yang belum mencapai KKM.

8.             Kegitan remedial dilaksanakan sebelum pelaksanaan ulangan akhir semester dan dilakukan paling banyak dua kali.

 

Pasal 5

Ulangan Akhir Semester

 

1.             Ulangan akhir semester disusun oleh guru mata pelajaran pada saat penyusunan silabus yang penjabarannya merupakan bagian dari rencana pelaksanaan pembelajaran.

2.             Ulangan akhir semester dilaksanakan oleh sekolah secara bersama-sama untuk seluruh mata pelajaran di akhir semester

3.             Cakupan ulangan akhir semester meliputi seluruh indicator yang merepresentasikan seluruh kompetensi dasar (KD) pada semester tersebut.

4.             Hasil ulangan akhir semester di informasikan kepada peserta didik selambat- lambatnya satu minggu setelakah pelaksanaan.

5.             Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti kegiatan remedial.

6.             Peserta didik harus dan hanya mengikuti remedial pada indicator yang belum mencapai KKM.

 

Pasal 6

Ulangan Kenaikan Kelas

 

1.             Ulangan kenaikan kelas disusun oleh guru mata pelajaran pada saat penyusunan silabus yang penjabarannya merupakan bagian dari rencana pelaksanaan pembelajaran.

2.             Ulangan kenaikan kelas dilaksanakan oleh sekolah secara bersama-sama untuk seluruh mata pelajaran di akhir semester genap.

3.             Cakupan ulangan kenaikan kelas meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh kompetensi dasar (KD) pada semester tersebut.

4.             Hasil ulangan kenaikan kelas di informasikan kepada peserta didik selambat-lambatnya satu minggu setelakah pelsanaan

5.             Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti kegiatan remedial.

6.             Peserta didik harus dan hanya mengikuti remedial pada indicator yang belum mencapai KKM.

 

Pasal 7

Penilaian Praktik

 

1.             Penilaian praktik hanya dilakukan pada mata pelajaran tertentu.

2.             Penilaian praktik hanya dilakukan pada indicator yang bersifat praktik.

3.             Pelaksanaan penilaian praktik disesuaiakan dengan kegiatan belajar mengajar yang disusun dalam pembelajaran RPP.

4.             Instrumen dan prosedur penilaian disusun dan dikembangkan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

 

Pasal 8

Penilaian Sikap

 

1.             Penilaian sikap harus dilakukan pada semua mata pelajaran.

2.             Penilaian sikap dilakuakn pada indikator yang bersifat sikap.

3.             Pelaksanaan sikap dilakukan dengan kegiatan belajar mengajar yang disusun dalam penjabaran RPP.

4.             Instrumen dan prosedur penilaian disusun dan dikembangkan berdasarkan ketentuan yang berlakupada rancangan penilaian.

Pasal 9

Penilaian Kepribadian

 

1.             Penilaian kepribadian dilakukan oleh guru Bimbingan Konseling.

2.             Pelaksanaan penilaian kepribadian direncanakan dan dilaksanakan oleh Bimbingan Konseling.

3.             Instrumen dan prosedur penilaian disusun dan dikembangkan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Pasal 10

Ujian Sekolah

 

1.             Ujian sekolah dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada mata pelajaran tetentu.

2.             Ujian sekolah meliputi ujian tulis dan ujian praktik dan penilaian sikap pada kelompok mata pelajaran tertentu.

3.             Prosedur dan pelaksanaan ujian sekolah tulis maupun praktik mengikuti ketentuan yang berlaku.

Pasal 11

Ujian Nasional

 

1.             Ujian sekolah adalah penilaian yang dilaksanakan oleh pemerintah pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran pengetahuan dan teknologi.

2.             Prosedur dan pelaksanaan ujian sekolah tulis maupun praktik mengikuti ketentuan yang berlaku.

 

BAB IV

KETENTUAN KENAIKAN DAN KELULUSAN

Pasal 12

Ketentuan Kenaikan Kelas

 

1.             Kenaiakan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran. Kriteria kenaikan kelas di SMP Yadika 5diatur dengan persyaratan sebagai berikut :

2.       Dinyatakan naik kelas, bila :

1)      Memiliki kehadiran minimal 90%.

2)      Menyelesaiakan seluruh program pembelajaran pada semester 1 dan 2 di kelas yang diikuti.

3)      Memiliki nilai di bawah KKM tidak lebih dari 4 mata pelajaran.

4)      Memiliki nilai minimal baik untuk aspek kepribadian, kelakuan dan kerajinan pada dua semester di kelas yang diikuti

 

3.       Dinyatakan tidak naik kelas, bila :

1)      Memiliki kehadiran di bawah 90%

2)      Tidak menyelesaikan seluruh program pembelajaran pada semester 1 dan 2 di kelas yang diikuti

3)      Memiliki nilai di bawah KKM lebih dari 4 (empat) mata pelajaran

4)      Aspek kepribadian, kelakuan dan kerajinan pada dua semester di kelas yang diikuti tidak bernilai baik

 

Pasal 13

Ketentuan Kelulusan

 

Kriteria kelulusan di SMP Yadika 5 Jalarta mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 72 ayat (1). Peserta didik dinyatakan lulus apabila memenuhi criteria berikut :

1.       Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;

2.       Memperoleh nilai minimal baik (sesuai KKM ) pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan

3.       Lulus ujian sekolah

4.       Lulus Ujian Nasional. ( ditentukan kemudian berdasarkan POS UN yangberlaku )

 

BAB V

HAK SISWA MENGGUNAKAN FASILITAS

Pasal 14

Laboratorium IPA

 

1.       Setiap peserta didik berhak melakukan praktikum di laboratorium sesuai jadwal pelajarannya.

2.       Peserta didik melakukan praktikum dilaboratorium di bawah pengawasan guru mata pelajaran.

3.       Dalam melakukan praktikum peserta didik harus mengikuti tata tertib yang berlaku.

4        Setiap peserta menyusun laporan setelah melakukan praktikum.

 

Pasal 15

Laboratorium Komputer

 

1.             Setiap peserta didik berhak melakukan praktik computer di laboratorium komputer pada saat jam pelajaran TIK.

2.             Peserta didik melakukan praktik dilaboratorium di bawah pengawasan guru mata pelajaran.

3.             Dalam melakukan praktikum peserta didik harus mengikuti tata tertib yang berlaku.

 

Pasal 16

Perpustakaan

 

1.       Setiap peserta didik secara otomatis menjadi anggota perpustakaan SMP Yadika 5 Jakarta

2.       Setiap peserta didik berhak meminjam buku perpustakaan sesuai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

3.       Setiap peserta didik berhak memanfaatkan buku perpustakaan sebagai sumber belajar.

4.       Proses belajar mengajar dapat dilaksanakan di perpustakaan dengan bimbingan guru mata pelajaran/piket.

 

BAB VI

HAK SISWA MENDAPAT LAYANAN KONSELING

Pasal 17

Konsultasi dengan Guru Mata Pelajaran

 

1.       Setiap peserta didik berhak mendapat layanan konsultasi dengan guru mata pelajaran.

2.       Layanan konsultasi dengan guru mata pelajaran dilakukan pada waktu yang ditentukan secara bersama antara peserta didik dan guru.

3.       Layanan konsultasi dengan guru mata pelajaran hanya terkait dengan mata pelajaran dalam hal kesulitan mengikuti, kesulitan melaksanakn tugas atau lainnya.

 

Pasal 18

Konsultasi dengan Wali Kelas

 

1.       Setiap peserta didik berhak mendapat layanan konsultasi dengan wali kelas.

2.       Layanan konsultasi dengan wali kelas dilakukan pada waktu yang ditentukan secara bersama antara peserta didik dan wali kelas.

3.       Layanan konsultasi dengan wali kelas terkait dengan berbagai masalah peserta didik di kelas siswa yang bersangkutan.

 

Pasal 19

Konsultasi dengan konselor

 

1.             Setiap peserta didik berhak mendapat layanan konsultasi dengan konselor/guru BK. Layanan konsultasi dengan konselor dapat dilakukan setiap saat selam konselor masih dapat melayani.

2.             Layanan konsultasi dengan konselor dapat dilakukan setaip saat selama konselor masih dapat melayani

3.             Layanan konsultasi dengan konselor terkait dengan berbagai masalah peserta didik di kelas, di sekolah, maupun pergaulan siswa yang bersangkutan.

4.             Setiap Peserta didik behak mendapat layanan pembinaan presatasi dan konselor.

 

BAB VII

HAK SISWA BERPRESTASI

Pasal 20

 

1.             Setiap peserta didik yang berprestasi di bidang akademik maupun non akademik berhak mendapat pengahargaan.

2.             Penghargaan peserta didik beprestasi berdasarkan ketentuan yang berlaku.

 

 

BAB VIII

PENUTUP

Pasal 21

 

Keputusan ini disampaikan kepada pihak-pihak Yang terkait untuk dipedomani dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

 

 

 

Pasal 22

 

Hal-hal yang belum diatur dalm keputusan ini akan ditentukan kemudian.

 

Pasal 23

 

Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

 

Ditetapkan di  : Jakarta

Pada tanggal, : 14Juli 2014

 

 

 

                                                            

Drs. David D. Suryadi, MA

NIK.

 

A. RANCANGAN PENILAIAN

 

 

 

 

 

 

Untuk kriteria kelulusan peserta didik pada UN 2015 nanti, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Pada pasal 2, peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan setelah: (a) menyelesaikan seluruh program pembelajaran, (b) memperoleh nilai minimal baik pada penilaian seluruh mata pelajaran, (c) lulus ujian sekolah/madrasah, dan (d) lulus ujian nasional.

Kriteria kelulusan peserta didik diperjelas lagi pada pasal 5 dan 6. Kelulusan peserta didik ditentukan berdasarkan Nilai Akhir (NA) yakni gabungan nilai sekolah dan nilai UN. Untuk tahun ini bobot nilai sekolah dan nilai UN adalah 50% berbanding 50%. Dengan kata lain bobot kedua nilai tersebut sama. Ini berbeda dengan bobot nilai tahun lalu. Tahun lalu perbandingan bobot nilai sekolah dan nilai UN adalah 40%:60% (Permendikbud 97 tahun 2013)

 

 

KISI-KISI UJIAN NASIONAL